Senin, 17 September 2018

IPA Bab 1-3 2018-2019


Bab 1 : Sistem ekresi pada manusia

-Bagian- bagian ginjal

a. Korteks, tempat inilah yang menjadi muara asalnya urine berasal. Bagian inilah yang menjadi unit terkecil ginjal.
b. Nefron, merupakan tempat darah yang ada di dalam tubuh di saring


c. Glomereleus, Berfungsi menyaring darah masuk yang akan menghasilkan zat zat yang masih berguna

d. Kapsul bowman, sebagai alat penyerap pada ginjal



-Tiga proses pembentukan urine di ginjal


1. Urine terbentuk di ginjal selanjutnya diteruskan menuju kandung kemih melalui ureter

2. Untuk sementara, urine ditampung dalam kandung urine sampai jumlah tertentu (sekitar 300 cc)

3. Dari kandung urine diteruskan keluar tubuh melalui uretra dan pengeluarannya diatur oleh otot sfinkter serta kegiatan susunan saraf



-Bagian bagian kulit

a. Epidermis, Lapisan luar tersusun atas lapisan lapisan yang berupa sel sel kulit dan lapisan mulphigi

b. Dermis, Terdapat otot penggerak rambut, pembulu darah dan limfa, Indra, Kelenjar minyak, dan Kelenjar kringat

c. Hipodermis, Terdapat lapisan lemak yang bertugas menghalangi pengaruh perubahan



-Keringat
    Proses terbentuk nya keringat diatur oleh hipotalamus (otak). Hipotalamus menghasilkan enzim bradi kinin yang berkeja mempengaruh kegiatan kelenjar keringat. Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya perubahan suhu pada pembulu darah maka rangsangan tersebut oleh saraf Simpatetik ke kelenjar keringat






Bab 2 : Sistem ekresi Pada manusia
-Organ reproduksi manusia

    Organ reproduksi manusia di pisahkan menjadi dua bagian yaitu organ reproduksi laki laki dan perempuan berikut bagian organ reproduksi pria dan wanita

bagian bagian pada pria
a. Testis, Berjumlah sepsanag dan berbentuk bulat telur. Testis tersimpan dalam suatu kantong yang disebut skrotum atau kantong buah zakar, Testis berfungsi sebagai tempat pembentukan sel sperma dan hormon klamin

b. Vas defferens, merupakan saluran yang menghubungkan testis dan kantong sperma. Vasa def berjumlah sepasang dan bagian ujungnya terletak di dalam kelenjar sperma.

c. Kantong sperma, berfungsi untuk menampung sperma sebelum dikeluarkan dari tubuh

bagian bagian pada wanita
a. Ovarium, Berjumlah sepasang dan berfungsi menghasilkan sel telur
b. Oviduk, Berfungsi menggerakan ovum ke arah rahim
c. Vagina, Sebagai organ persutubuhan, Tempat keluarnya bayi, dan keluarnya urine


Tambahan :
-Ovulasi, merupakan sel telur yang matang dan siap lepas dari ovarium
-Menofaus, Masa dimana wanita sudah tidak mengalami masa Menstruasi
-Menstruasi, Masa dimana dinding rahim menebal dan akan rusak


Proses Perkembangan Embrio


Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa FERTILISASI. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio.


Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :


1.Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.


2.Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage)


3 tahapan fase embrionik yaitu :


a.Morula


Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.


Morulasi yaitu proses terbentuknya morula


b.Blastula


Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.


Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.


Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.


Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.


c.Gastrula


Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.


Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.


Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata.


Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata.


Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.


* Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.


Contohnya :


a.Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.


b.Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.


c.Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.


Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.


Contohnya :


a.Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.


Pertumbuhan dan perkembangan manusia


Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.


HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut.


Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :


1.Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.


2.Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.


3.Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.


4.Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.


Tahapan perkembangan pada masa embrio


Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.


Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.


Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.


Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.


Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).


Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)


Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.


Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.


Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.



Proses pembentukan ovum

Hasil gambar untuk proses pembentukan ovum



Proses pembentukan sperma
Hasil gambar untuk proses pembentukan sperma







Siklus menstruasi

1. Fase mesntruasi
    Jika ovum tidak dibuahi sperma, maka korpusluteum menghentikan produksi hormon estrogen dan progeteron,

2. Fase pra ovulasi
    FSH ( Folikel simulating Hormon ) merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon eksterogen. adanya eksterogen menyebabkan pembentukan kembali endometerium

3. Fase ovulasi
    Merangsang pelepasan ovum dari ovarium

4. Fase pasca menstruasi
    Jika tidak jadi pembuahan krvus luteum menjadi korvus albikan sehingga kadar frogesteron dan eksterogen menyebabkan terjadinya menstruasi






Bab 3 : Kelangsungan hidup mahluk hidup



Jenis jenis adaptasi
1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah cara bagaimana makhluk hidup atau organisme menyesuaikan bentuk dan struktur organ tubuhnya yang tampak terhadap lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Adaptasi morfologi mudah dikenali karena masing-masing makhluk hidup mempunyai ciri khas bentuk dan struktur organ tubuhnya yang menggambarkan lingkungannya. Contoh adaptasi morfologi pada makhluk hidup adalah sebagai berikut:

Contoh adaptasi morfologi pada manusia adalah sebagai berikut:
Manusia memiliki lubang hidung yang menonjol keluar untuk memudahkan dalam bernapas dan menghadap ke bawah sehingga tidak mudah kemasukkan air, debu atau kotoran lainnya.
Manusia memiliki daun telinga yang menghadap ke depan agar mudah menangkap suara dan daun telinga yang lentur sehingga aman ketika tidur
Jika terlalu lama terkena sinar matahari, kulit manusia akan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap
Kulit manusia memiliki rambut-rambut halus yang akan berdiri ketika suhu udara yang rendah
Seiring bertambahnya usia, manusia akan menua sehingga rambut akan beruban
Contoh adaptasi morfologi pada hewan adalah sebagai berikut:

a. Burung memiliki bentuk kaki atau cakar adaptif yang dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan dan pencengkeram.


Burung dengan tipe kaki perenang adalah burung yang memiliki selaput diantara jari-jari kakinya. Contohnya seperti bebek/itik, mentok.
Burung dengan tipe kaki pemanjat adalah burung yang memiliki 2 jari ke depan dan 2 jari ke belakang. Contohnya seperti burung pelatuk, burung kutilang.
Burung dengan tipe kaki petengger adalah burung yang memiliki empat jari yang ukurannya kecil. Contohnya seperti burung gelatik, burung pipit.
Burung dengan tipe kaki pencengkram adalah burung yang memiliki kaki pendek dan kekar serta berkuku runcing. Contohnya seperti burung elang, burung rajawali dan burung hantu.
Burung dengan tipe kaki dengan fungsi untuk Pemanjat dan Memegang makanan. Contohnya pada burung kakak tua.
Burung dengan tipe kaki dengan fungsi untuk mengais makanan. Contohnya pada kaki ayam.

b. Burung memiliki bentuk paruh yang dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging, pemakan ikan dan pengisap madu.


Burung dengan tipe pemakan biji memiliki paruh pendek dan kuat. Contohnya seperti paruh burung pipit, burung gereja, parkit atau emprit, merpati atau dara, manyar, peking, perkutut, deruk.
Burung dengan tipe pemakan daging memiliki paruh kuat, tajam dan melengkung bagian ujungnya. Contohnya seperti burung elang, burung hantu, burung gagak.
Burung dengan tipe pemakan ikan memiliki paruh burung berkantong. Contohnya seperti burung pelikan, bangau, pecuk, flamingo, burung raja udang, burung cucuk urang atau paruh udang.
Burung dengan tipe pengisap madu memiliki paruh panjang dan runcing. Contohnya seperti burung kolibri, burung cucak kombo.

c. Serangga memiliki bentuk mulut yang berbeda berdasarkan caranya memperoleh makanan yang dibedakan menjadi tipe penggigit, penusuk dan penghisap, penjilat dan penyerap.


Serangga dengan tipe mulut penggigit memiliki mulut yang pendek dan runcing. Contohnya seperti semut, rayap dan belalang.
Serangga dengan tipe mulut penusuk dan penghisap memiliki mulut yang panjang dan tajam. Contohnya seperti nyamuk.
Serangga dengan tipe mulut penghisap memiliki mulut seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contohnya seperti kupu-kupu.
Serangga dengan tipe mulut penjilat memiliki lidah yang panjang. Contohnya seperti lebah.
Serangga dengan tipe mulut penyerap memiliki alat menyerap mirip spons/gabus. Contohnya seperti lalat.
Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan adalah sebagai berikut:

a. Tumbuhan yang dapat beradaptasi di daerah kering disebut Xerofit. Ciri-ciri tumbuhan Xerofit adalah sebagai berikut:
Daunnya tebal, sempit, dapat berubah bentuk menjadi duri, sisik atau tidak memiliki daun sehingga dapat mengurangi penguapan.
Lapisan permukaan tubuh atau daunnya dilapisi oleh lapisan lilin atau lapisan kutikula yang berfungsi untuk mengurangi penguapan.
Batangnya tebal yang memiliki jaringan spons untuk menyimpan air.
Memiliki akar yang panjang sehingga jangkauannya luas untuk mencari air
Contoh tumbuhan xerofit adalah kaktus, lidah buaya, pohon kurma, lili gurun, setawar, sp senseveria.

b. Tumbuhan yang dapat beradaptasi di daerah basah atau lembab disebut higrofit. Ciri-ciri tumbuhan higrofit adalah sebagai berikut:
Memiliki daun yang tipis dan lebar
Pada permukaan daunnya terdapat banyak stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk mempercepat penguapan. Contoh tumbuhan higrofit adalah lumut, dedalu, tumbuhan paku, tumbuhan kemunting, daun ungu.

c. Tumbuhan yang dapat beradaptasi di daerah perairan atau hidupnya berada di atas air yang disebut hidrofit. Ciri-ciri tumbuhan hidrofit adalah sebagai berikut:


Memiliki daun lebar dan tangkai daun menggembung berisi udara
Memiliki rongga antar sel yang berisi udara untuk memudahkan mengapung di air. Contohnya seperti eceng gondok dan kiambang.
Tumbuhan yang memiliki daun berada di permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, memiliki rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul di permukaan air. Contohnya seperti teratai dan kangkung.
Tumbuhan yang terendam di dalam air memiliki dinding sel yang kuat dan tebal yang berfungsi untuk mengurangi osmosis ke dalam sel. Contohnya seperti hydrilla dan vallisneria.
Tumbuhan yang hidup di pasang surut memiliki akar yang lebat dan kuat sehingga tidak roboh ketika terkena ombak. Contohnya seperti tumbuhan bakau.

d. Tumbuhan yang dapat beradaptasi pada tempat yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering disebut mesofit. Contohnya seperti mangga, rambutan, pisang, pepaya. Umumnya jenis tumbuhan monokotil dan dikotil.
2. Adaptasi Fisiologi

Jenis-Jenis Adaptasi pada pada makhluk hidup selanjutnya adalah adaptasi Fisiologi. Adaptasi fisiologi adalah cara bagaimana makhluk hidup atau organisme menyesuaikan fungsi organ-organ tubuhnya terhadap lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Adaptasi fisiologi bersifat reversibel atau dapat kembali ke kondisi awal. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh adaptasi fisiologi pada makhluk hidup:
ads



Contoh adaptasi fisiologi pada manusia adalah sebagai berikut:
Orang yang hidup di pantai memiliki jumlah sel darah merah yang lebih sedikit daripada orang yang hidup di pegunungan karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.
Seorang atlet memiliki ukuran jantung lebih besar dibanding orang pada umumnya.
Saat kita mengeluarkan keringat karena kepanasan, tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil untuk menguapkan keringat di permukaan tubuh kita
Saat udara dingin, tubuh kita cenderung mengeluarkan urine lebih banyak.
Mata manusia menyesuaikan intensitas cahaya yang diterimanya. Jika kita berada di tempat gelap, maka pupil kita akan terbuka lebar. Sebaliknya jika berada di tempat terang, maka pupil kita akan mengecil. Ini adalah cara mata manusia menyesuaikan intensitas cahaya.

Contoh adaptasi fisiologi pada hewan adalah sebagai berikut:
Hewan ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang mencerna makanannya dua kali. Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna. Contohnya seperti kambing, sapi, kerbau.
Musang memiliki kelenjar bau yang membuat musuh tidak kuat dan pergi karena baunya.
Teredo navalis adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal dan kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayu karena makanannya berupa kayu. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu.
Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivora (pemakan daging). herbivora (pemakan tumbuhan), serta omnivora (pemakan daging dan tumbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran panjang usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbivora lebih panjang daripada usus karnivora.
Ikan yang hidup di laut lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar. Air laut lebih banyak mengandung garam sehingga kadar garam yang tinggi juga menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus. Garam juga masuk ke dalam tubuh dan harus dikeluarkan. Untuk menyesuaikan diri, ikan banyak meminum air laut dan sedikit mengeluarkan urin sedangkan ikan yang hidup di air tawar, sedikit minum air dan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam yang terlarut dalam air supaya ikan tidak kelebihan air atau kembung.
Hewan onta memiliki kantung air di punuknya yang berfungsi untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama.
Burung hantu memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam yang berfungsi untuk melihat di malam hari.
Anjing laut memiliki lapisan lemak yang tebal yang berfungsi untuk bertahan di daerah dingin dengan menahan panas tubuh tetap tertahan.


Contoh adaptasi fisiologi pada tumbuhan adalah sebagai berikut:
Bunga memiliki bau yang khas yang berfungsi untuk mengundang datangnya serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga jenis ini biasanya menghasilkan madu atau nektar dan serbuk sarinya mudah melekat. Contohnya bunga Bromelia Merah dan beberapa jenis Anggrek mampu menarik perhatian serangga penghisap madu terutama lebah. Bunga ini menghasilkan aroma bunga yang merupakan sinyal bagi serangga untuk menentukan bunga yang memiliki kandungan nektar. Secara tidak sengaja, saat serangga menghisap nektar bunga, banyak serbuk sari yang menempel di tubuhnya. Kemudian, ketika mengunjungi bunga lain, serbuk sari akan jatuh pada kepala putik. Saat itulah penyerbukan terjadi.

Semak azela dapat mengeluarkan zat yang bersifat racun bagi hewan herbivora. Oleh sebab itu, hewan herbivora enggan untuk mendekat apalagi memakannya. Zat racun itu juga berdampak pada terhambatnya pertumbuhan, bahkan kematian pada tumbuhan lain yang ada di sekitarnya. Selain semak azela, Pohon Mahoni juga menghasilkan zat racun. Tujuan Pohon Mahoni mengeluarkan zat racun adalah untuk mengurangi persaingan dengan tumbuhan lain dalam hal memperoleh nutrisi dari dalam tanah.Sponsors Link




3. Adaptasi Tingkah Laku

Jenis-Jenis Adaptasi pada pada makhluk hidup selanjutnya adalah adaptasi tingkah laku. Adaptasi tingkah laku adalah cara bagaimana makhluk hidup atau organisme menyesuaikan tingkah laku terhadap lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Berikut adalah contoh adaptasi tingkah laku pada makhluk hidup:

Contoh adaptasi tingkah laku pada manusia adalah sebagai berikut:
Ketika menghirup bau tidak sedap, manusia akan menutup hidungnya
Ketika mendengar suara yang terlalu nyaring, manusia akan menutup telinganya
Ketika cuaca dingin, manusia menggunakan pakaian yang lebih tebal untuk menghangatkan tubuhnya
Umumnya manusia menggunakan berbagai isyarat dengan jari untuk menunjukkan perasaan atau untuk komunikasi.

Contoh adaptasi tingkah laku pada hewan adalah sebagai berikut:
Kerbau berkubang di lumpur sehingga tubuhnya tertutupi dengan lumpur yang berfungsi untuk mengurangi sengatan panasnya terik matahari.
Jika kerbau melumuri tubuhnya dengan lumpur untuk mengurangi sengatan panasnya terik matahari, gajah menyemprotkan air ke tubuhnya menggunakan belalainya.
Setiap 30 menit, ikan paus akan muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen sambil memancarkan air yang merupakan uap air jenuh.
Cicak memutuskan ekornya untuk mengelabui musuhnya.
Berbeda dengan cicak, bunglon mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan sekitarnya untuk mengelabui musuhnya.
Cumi-cumi akan menyemprotkan tinta hitam untuk membela dirinya dari musuh.
Trenggiling akan menggulungkan tubuhnya jika ada musuh.
Ketika berpapasan, semut akan saling mendekatkan kepalanya ke semut lain untuk berkomunikasi.
Ayam jantan akan berkokok di pagi hari sebagai tanda bahwa sudah pagi.



Seleksi alam


Apa itu Seleksi Alam?

Seleksi Alam yang dimaksud dalam teori Evolusi adalah teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup terdiri dari Makhluk Hidup Adaptif dan Makhluk Hidup Non-adaptif. Makhluk Hidup Adaptif adalah makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Sedangkan Makhluk Hidup Non-adaptif adalah makhluk hidup yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam seleksi alam, makhluk hidup non-adaptif lama kelamaan akan punah sehingga menyisakan makhluk hidup adaptif. Makhluk Hidup Adaptif kemudian akan saling bersaing untuk mempertahankan hidupnya.

Seleksi Alam pada Kupu-kupu Biston Betularia

Contoh dari Seleksi Alam salah satunya adalah peristiwa yang terjadi pada kupu-kupu Biston Betularia di Inggris. Sebelum terjadinya Revolusi Inggris, jumlah kupu-kupu Biston Betularia yang berwarna putih lebih banyak daripada kupu-kupu Biston Betularia yang berwarna hitam. Pada saat itu, lingkungan di Inggris masih bebas dari polusi sehingga populasi kupu-kupu Biston Betularia putih sangat banyak sedangkan populasi kupu-kupu Biston Betularia hitam sedikit karena tidak mampu beradaptasi. Namun setelah terjadinya Revolusi Inggris, jumlah populasi kupu-kupu Biston Betularia menjadi terbalik. Udara di Inggris yang menjadi gelap oleh asap dan debu industri menyebabkan populasi kupu-kupu Biston Betularia hitam menjadi meningkat karena mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut sedangkan populasi kupu-kupu Biston Betularia putih menurun karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sehingga mudah ditangkap predatornya.





Adaptasi pada mahluk hidup

Pengertian Adaptasi

      adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik sendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan air.
peranan tumbuhan dan hewan adalah dengan mempertahankan jenisnya




Perkembang biakan mahluk hidup

Perkembang biakan mahluk hidup dibedakan menjadi dua jenis yaitu

A. Perkembangbiakan vegetatif Perkembangbiakan yang tidak diawali adanya pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, disebut perkembangbiakan vegetatif (reproduksi aseksual). Jumlah induk yang terlibat dalam perkembangbiakan vegetatif hanya satu. Oleh karena itu, individu baru yang dihasilkannya mempunyai sifat yang sama dengan sifat induknya. Contoh , Umbi Lapis pada bawang merah, dan membelah diri pada amoeba.

B. Perkembangbiakan secara generatif Perkembangbiakan secara generatif atau disebut juga perkembangbiakan secara kawin adalah peristiwa terbentuknya individu baru yang di dahului oleh pembuahan (fertilisasi). Pembuahan adalah peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Hasil dari peleburan tersebut berupa zigot. Organisme yang berkembangbiak secara kawin (generatif) meliputi berbagai jenis vertebrata (ikan, katak, reptil, burung dan mamalia) dan avertebrata, seperti cacing tanah, lebah, rayap, udang, dan sebagainya. Selain berkembang biak secara generatif atau vegetatif saja, ada sebagian makhluk hidup berkembang biak secara keduanya. Perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatif amat jarang terjadi pada hewan. Namun, pada beberapa jenis tumbuhan dapat terjadi dengan kedua cara tersebut, misalnya lumut dan tumbuhan hijau. Contoh makhluk hidup yang dapat melakukan perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetative yaitu Lumut dan tumbuhan paku secara generatif dengan membentuk sperma dan ovum, secara vegetatif dengan membentuk spora.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar